Kisah inspiratif datang dari Yulian Suryani, seorang pelaku UMKM asal Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang berhasil mengelola sebuah toko sembako bernama Toko Sembako Ekonomi. Usahanya yang dirintis dari nol kini sukses menjadi salah satu toko sembako terkemuka di kawasan Sukabumi, menjadi inspirasi bagi banyak orang yang bermimpi membangun usaha sendiri.
Yulian Suryani lahir dan besar di Kota Sukabumi. Berangkat dari keluarga sederhana, Yulian paham betul pentingnya kehidupan yang hemat dan berjuang keras untuk keberlangsungan ekonomi keluarga. Sejak remaja, ia sudah terbiasa membantu orang tuanya berdagang di pasar tradisional. Ketekunan dan semangat pantang menyerah inilah yang membentuk karakter Yulian hingga dewasa.
Pada tahun 2013, Yulian memutuskan untuk membuka usaha sendiri bermodalkan tabungan dan pinjaman keluarga. Ia memilih bidang usaha sembako karena kebutuhan pokok akan selalu dicari semua kalangan masyarakat.
“Saya ingin membantu banyak orang mendapat kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau. Saya juga ingin membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, agar ekonomi bersama bisa tumbuh,” ungkap Yulian Suryani.
Toko Sembako Ekonomi pertama kali berdiri di sebuah rumah kontrakan kecil di pinggiran Sukabumi. Di awal berdiri, Yulian hanya memiliki stok terbatas berupa beras, minyak goreng, gula, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Persaingan dengan toko-toko sembako lain menjadi tantangan utama. Namun, Yulian yakin bahwa ketulusan, kejujuran, dan harga yang bersaing akan membawa pelanggan setia.
Langkah-langkah yang dilakukan Yulian pada masa awal usahanya antara lain:
Ketulusan Yulian berbuah manis. Reputasi toko yang dikenal murah, lengkap, dan jujur dengan pelayanan ramah tersebar dari mulut ke mulut, hingga akhirnya pelanggan setianya meningkat tajam dalam waktu tiga tahun. Tak hanya pelanggan rumahan, beberapa warung kecil juga mulai mengambil sembako secara kulakan ke Tokonya.
Pada tahun 2018, Yulian berhasil membeli lahan dan membangun toko baru yang lebih besar. Ia memperluas jenis barang dagangan, menambah rak untuk jajanan, perlengkapan mandi, hingga alat tulis sekolah. Jumlah karyawan bertambah dari satu menjadi delapan orang yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dan remaja putus sekolah di lingkungan sekitar.
Sistem manajemen juga mulai dibenahi. Yulian menerapkan sistem pencatatan stok dengan bantuan aplikasi sederhana, dan memperbaiki sistem pengelolaan keuangan sehingga semua pemasukan dan pengeluaran tercatat rapi.
Pandemi Covid-19 sempat membuat Yulian was-was karena pembatasan aktivitas masyarakat dan ketidakpastian ekonomi. Namun justru selama pandemi, kebutuhan akan sembako meningkat terutama karena masyarakat banyak yang beraktivitas dan masak di rumah.
Mengamati situasi, Yulian melakukan beberapa strategi adaptasi:
Kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dan cepat berinovasi membuat Toko Sembako Ekonomi tetap bertahan, bahkan semakin dikenal luas.
Tidak hanya mengejar keuntungan bisnis, Yulian juga berkomitmen memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitar. Beberapa dampak positif yang telah dihadirkan antara lain:
Sikap rendah hati dan suka berbagi membuat nama Yulian Suryani tak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai figur inspiratif di Sukabumi.
“Kunci sukses di usaha sembako itu adalah kesabaran, kerja keras, inovasi, dan tidak gengsi untuk melayani pelanggan sebaik mungkin. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan, karena usaha yang tumbuh pasti menghadapi naik turun,” pesan Yulian kepada para pelaku UMKM muda di Sukabumi.
Kisah Yulian Suryani dan Toko Sembako Ekonomi membuktikan bahwa kesuksesan bisa diraih siapa saja yang mau berjuang, konsisten, dan peka terhadap kebutuhan sekitar. Transformasi sebuah toko kecil menjadi toko yang berkembang, mampu memberi manfaat ekonomi dan sosial, menjadi teladan nyata bahwa wirausaha berperan penting dalam membangun ekonomi daerah.
Semoga inspirasi dari Kota Sukabumi ini dapat memotivasi para pembaca untuk tak ragu memulai usaha dan berbagi manfaat bagi sesama!