Dunia kecantikan terus berkembang dan membuka banyak peluang bagi siapa saja yang mau belajar dan berusaha. Salah satu sosok inspiratif di bidang make up di Kota Sukabumi, Jawa Barat, adalah Tuti Kurniasari. Melalui perjalanan panjang, kegigihan, dan dedikasinya, Tuti berhasil mengubah passion menjadi sumber pemasukan sekaligus memberikan manfaat bagi banyak orang lewat jasa kursus make up yang ia rintis.
Tuti Kurniasari lahir dan besar di Kota Sukabumi. Sejak remaja, ia sudah tertarik pada dunia kecantikan. Mengamati ibunya berdandan setiap pagi menumbuhkan rasa penasaran dirinya terhadap beragam produk kecantikan dan teknik make up. Namun, saat itu ia hanya menganggapnya sebagai hobi semata.
Setelah lulus SMA, Tuti sempat bekerja di salon sederhana sebagai asisten. Dari sana ia mulai belajar teknik-teknik tata rias secara otodidak dan mengamati langkah para make up artist profesional di media sosial maupun saluran YouTube. Modal utama Tuti adalah niat besar dan keberanian untuk terus mencoba.
Berbekal pengalaman sebagai asisten salon dan latihan mandiri, Tuti memberanikan diri menerima jasa make up pernikahan, wisuda, hingga pemotretan. Awalnya, ia hanya menerima klien dari lingkungan teman dan keluarga. Namun, keuletannya membuat hasil riasan Tuti banyak mendapat pujian.
Banyak remaja dan ibu-ibu di Sukabumi yang bertanya kepada Tuti tentang tips dan teknik make up. Melihat peluang tersebut, pada tahun 2017, Tuti membuka jasa kursus make up rumahan. Ia memulainya dengan peserta yang sangat terbatas, hanya 2-3 orang per minggu. Seiring waktu, minat masyarakat makin tinggi, dan kini Tuti telah memiliki lebih dari 200 alumni dari berbagai angkatan.
Jasa kursus make up yang ditawarkan Tuti Kurniasari memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
Menariknya, Tuti juga sering memberikan kelas motivasi dan berbagi pengalaman wirausaha di dunia kecantikan, sehingga banyak peserta yang setelah lulus kursus mampu membuka jasa make up sendiri di Sukabumi dan sekitarnya.
Memulai usaha tidak selalu mulus. Tuti pernah mengalami masa sepi klien, terutama di awal pandemi. Namun, ia tidak menyerah. Tuti melakukan beberapa inovasi, di antaranya:
Dengan strategi ini, Tuti berhasil mempertahankan usahanya bahkan di saat sulit. Ia juga memperkenalkan layanan “make up panggilan” dengan protokol kesehatan ketat, sehingga klien tetap merasa aman.
Tidak hanya menghasilkan keuntungan pribadi, kursus make up Tuti Kurniasari memiliki dampak positif bagi masyarakat setempat:
Bagi masyarakat Sukabumi dan sekitarnya yang tertarik belajar make up, pendaftaran kursus biasanya dibuka setiap bulan dengan jumlah peserta terbatas. Adapun prosedurnya:
Harga kursus reguler mulai dari Rp450.000 per paket, termasuk modul, alat, dan sertifikat. Dengan persyaratan yang sederhana, siapa saja bisa ikut tanpa latar belakang khusus di bidang tata rias.
Banyak alumni mengaku puas dan merasa terbantu. Salah satunya, Siti Fatimah, yang kini menjadi MUA di Cisaat, bercerita:
“Saya dulu belajar dari nol, bahkan tidak tahu cara pakai foundation yang benar. Setelah ikut kursus Kak Tuti, saya jadi percaya diri menerima klien. Sekarang, dalam sebulan saya bisa dapat 5-6 order make up wisuda!”
Testimoni lain datang dari Rani, warga Cibadak:
“Materinya lengkap, prakteknya enak, jadi bisa langsung tanya kalau bingung. Kak Tuti juga suportif banget, selalu bantu kalau saya butuh konsultasi seputar make up atau bisnisnya.”
Kisah Tuti Kurniasari merupakan gambaran bahwa keterampilan, inovasi, dan pantang menyerah adalah kunci sukses membangun usaha jasa di bidang kecantikan. Ia telah menginspirasi banyak perempuan muda di Sukabumi untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, dan tidak ragu mengambil peluang positif dalam hidup.
Apapun latar belakangmu, jika kamu mau belajar dan berusaha, peluang di bidang make up masih sangat terbuka. Seperti pesan Tuti Kurniasari kepada setiap peserta kursusnya: “Cantik itu percaya diri, usaha dan belajar. Jangan pernah takut mencoba!”